Friday, July 27, 2012

Untitled #2



Dalam suatu hubungan, tentu ada pertengkaran-pertengkaran kecil. Seperti yang orang kebanyakan bilang, ‘Pertengkaran-pertengkaran kecil itu adalah bumbu-bumbu cinta’. Hmmm, yeah, aku pribadi setuju dan nggak setuju dengan statement itu. Bisa dikatakan setuju jika pertengkaran berakhir dengan suatu penyelesaian dan instrospeksi dari kedua belah pihak. Apabila telah mencapai suatu penyelesaian, mungkin bisa dikatakan pertengkaran memang justru menambah chemistry pasangan. Tapi jika dalam suatu pertengkaran, tidak ada suatu penyelesaian yang mampu memuaskan kedua belah pihak, ini justru yang akan menjadi bom waktu, yang pada saatnya nanti akan meledak dan akan menghancurkan perasaan yang telah dibangun. Dan pertengkaran nggak luput mengunjungi hubunganku dengan Dennis.

“Enaknya kemana nih ay? Mau makan dimana?”, seru Dennis begitu melihat ak keluar dari pagar kos.

“Emm… emmm mana ya? Bosen jalan-jalan di sini-sini aja nih ay. Eh, cobain ke Pekan Raya aja yuk ay. Mumpung lagi ada Pekan Raya di Lapangan Rampal? Kemarin sih si Ayu cerita katanya dia sama pacarnya yang datang dari Surabaya mau main ke situ. Siapa tau aja ntar bisa ketemu Ayu sama pacarnya di sana.” Sahutku cepat begitu teringat obrolan dengan Ayu kemarin. Ayu mau ngajak pacarnya yang dari luar kota ke tempat-tempat yang istimewa dan khas Kota Malang. Aku sendiri yang bukan domisili asli Malang, juga belum pernah datang ke Pekan Raya Malang. Penasaran suasana seperti apa di Pekan Raya di Kota Malang ini.

“Ah, yang lainnya deh ay, seriusan mau kesana? Rame banget lho ay di sana, sumpek penuh orang-orang.”

“Mana lagi coba? Paling-paling ya ngemall, makan, terus pulang. Jenuh banget gitu-gitu melulu. Kan aku juga pengen lebih tahu tentang Kota Malang.” Keluhku mencoba mempertahankan pendapatku. Jujur aku mulai jenuh jalan-jalan ke tempat-tempat itu saja, ketempat yang dia suka. Sekarang aku pengen jalan-jalan ke tempat yang aku suka.

“Yaudah, terserah kamu ajalah ay!” Tanggap Dennis singkat. Aku sumringah karena keinginanku dituruti Dennis, meskipun sepertinya Dennis agak-agak nggak ikhlas.

Sepanjang perjalanan menuju Lapangan Rampal, aku mulai ngoceh tentang obrolanku dengan Ayu dan hal-hal ringan. Namun saat aku menyadari Dennis hanya menanggapi singkat, aku mulai diam dan memperhatikan. Dia nggak seperti Dennis biasanya yang selalu rame dan menanggapi segala ocehanku, hingga obrolan kami menjadi seru. Saat aku mulai diam, Dennis juga diam. Hanya sesekali saat berhenti di lampu merah, kebiasaannya mengetukkan helmnya ke helmku masih menunjukkan Dennis yang biasanya, meskipun masih tetap dalam keheningan.
Perasaanku mulai nggak enak, Dennis tampaknya benar-benar nggak suka harus pergi ke Pekan Raya. Meskipun begitu, aku tetap diam. Aku nggak pengen meralat keinginanku pergi ke Pekan Raya.

Begitu sampai di Lapangan Rampal, Malang, seperti dugaan Dennis sebelumnya, penuh sesak oleh lautan manusia. Dennis mulai mengoceh membenarkan apa yang telah dia katakan sebelumnya sepanjang memasuki area pekan raya.

Suasana di area pekan raya tersebut memang penuh sesak. Di antara ribuan manusia itu kami mulai mengantri masuk ke area pekan raya. Bau keringat bercampur asap rokok menyengat hidungku. Banyaknya orang yang berlalu lalang masuk dan keluar mulai membuat kepalaku pening. Dennis menuntunku dari belakang masih sambil mengoceh betapa benar apa yang dia katakana. “Sukurin, bener kan apa yang aku bilang!” Bisiknya di telingaku agar suaranya terdengar dan mampu mengalahkan hiruk pikuk pekan raya. Aku hanya meringis masam. Memang betul apa yang dikatakannya. Tapi, nggak ada yang harus disesali. Kalau nggak mencoba kan bakalan penasaran, dan nggak lucu aku merengek minta diajak ke Pekan Raya beberapa hari kedepan.

Begitu sampai di tengah area, kami mencoba beberapa permainan, lalu kami akhirnya memutuskan untuk lebih baik pulang. Tak jauh beda dengan saat masuk ke dalam area pekan raya, saat keluar dari area juga harus mengantri di tengah ribuan manusia yang berdesakan antre untuk keluar area. Dennis menggenggam erat tanganku dan dengan cekatan mencari celah-celah di antara orang-orang yang berdesakan agar kami bisa segera keluar dari area tersebut. Kepalaku bertambah pening, ditambah rasa nyeri akibat menabrak besi permainan bianglala.

Pintu keluar sudah terlihat, aku mulai lega dan berjalan cepat menuju pintu keluar. Aku segera menghirup udara luar Kota Malang sebanyak-banyaknya seolah untuk menggantikan pasokan oksigen yang telah menipis di dalam area pekan raya.

Kami berdua segera menuju ke pelataran parkir, dan pulang ke kosku. Di sepanjang perjalanan, Dennis kembali diam. Keheningan ini mulai membuatku merasa nggak nyaman. Tadi sepertinya dia di dalam pekan raya banyak mengoceh dan tertawa meskipun muka dongkol dan tidak suka masih tersirat di wajahnya. Aku memberanikan diri bertanya, “Kamu kenapa ay, kok diam aja.”

“Capek ay.” Ketusnya singkat. Selanjutnya aku lebih memilih diam.

Saat berhenti di lampu merah, Dennis menyodorkan earphone yang terhubung dengan handphonnenya padaku. Oh, ternyata dia sedari tadi memakai earphone. Great! Perasaan merasa bersalah yang semenjak tadi aku rasakan mulai berubah menjadi rasa marah. Namun aku lebih memilih diam dan menuruti permintaannya untuk mendengarkan lagu yang juga ia dengar. Lagu yang sedang diputar di adalah Brand New Day - Ten 2 Five. Hanya dari lirik lagu tersebut air mataku menetes, tanpa suara, hanya mendengar lagu tersebut diputar hingga selesai. Satu kata yang kuucapkan begitu lagunya selesai diputar adalah “Thank You!”
Bersambung –

A brand new day for you and me
In this place as husband and wife
We'll be holding on till we grow old, together, forever and ever
I promise you, that I'll please you with my endless love and passion
and I will never leave you...

Reff :
This is a journey that will never end
We'll have our children named Jeremy and Felicia
We'll have a beautiful house
With a bench and apple tree
I know it sounds too much
But this is a brand new day

Ohoo..
Oh this is a brand new day..
Oh..oo...

* Back to reff :

A brand new day
For you and me
In this place as husband and wife..

Wednesday, July 11, 2012

Untitled


Semu, itu satu kata yang tepat untuk menggambarkan cerita cinta di dunia ini. Cinta hanyalah sebuah pengharapan dari dua sosok insan manusia yang saling suka. Cinta di dunia ini merupakan hal yang fana, bukan abadi seperti yang sering digambarkan dalam layar kaca. Suatu saat rasa cinta akan berubah seiring berjalannya waktu. Hanya cinta kepada Tuhanlah yang abadi dan tak pernah mengharap kembali. 
-Annisa, Semarang 2012-


Tawanya yang menular, tawa kita, merupakan segala-galanya bagi kita, hubungan kita. Bersama dengannya saat ini, membuatku merasa ‘Yeah, you’re the one. Yes you, the last guy that I find in my project to finding Mr. Right.’  Keadaan saat ini membuatku melayang, di dunia ini serasa hanya ada ‘kamu’ dan ‘aku’.

“Thankyou ya ay, buat hari ini. Seru banget nggak sih kita tadi late dinnernya? Udah serasa dunia milik berdua aja, ketawa ketiwi kenceng banget. Mulai dari ngobrolin ini, itu, sampai ngomongin orang segala,” teriakku di bagian belakang motor. Kupeluk Dennis erat dari belakang motor. Malam minggu kali ini cuma kami habiskan ngobrol di salah satu kafe di Kota Malang. Dinginnya udara Malang yang kian malam makin menusuk membuatku mempererat dan merapatkan tubuhku ke Dennis.

Dennis tampaknya tahu aku kedinginan, dia menggenggam tanganku dan memasukkan tanganku ke kantong jaketnya kemudian dia meremas tanganku. “Iya ay, hari ini nyenengin banget. Biarpun cuma ngobrol ngalor-ngidul gak jelas kayak tadi. Kamu kedinginan ya? Mau pakai jaketku? Sweater kamu kayaknya ketipisan, bisa masuk angin kamu ntar ay.” Dennis mulai mengurangi kecepatan motornya dan menepi.

“Nggak, nggak usah ay, kasihan kamu nanti malah kamu yang masuk angin. Kamu kan di depan, sedangkan aku  masih ketutup badan kamu, jadi nggak terlalu dingin,” tolakku.

“Beneran nih nggak kenapa-kenapa? Kalo masuk angin nggak tanggung lho ya, dibilangin susah kamu tuh.”

“Yaaaah, kalo sakit, ya kamu siap-siap jadi asistenku selama aku sakit sampai sembuh. Kamu harus bikinin tugas-tugasku kuliah ya, kan kalo sakit butuh istirahat total tuh.” Aku dan Dennis memang kuliah dalam satu jurusan di Jurusan Teknik Sipil di salah satu institut teknik di Kota Malang. 

“Yeee, enak-enakan dong kamu sakit. Tugasku aja belum dikerjain, suruh ngerjain punyamu. Mana gak ngerti lagi,” tukas Dennis seraya menyundulkan kepalanya yang menggunakan helm ke arah belakang, menubruk helmku.

“Aduh, ay, kamu tuh iseng banget sih. Errrk” Kubalas dia dengan mencubit perutnya. Kami berduapun kembali tertawa lepas, di antara lalu lalang kendaraan lain di tengah dingginnya Malam Minggu di Kota Malang. Hawa dingin yang tadi kurasakan pun jadi tak terasa diantara tawa canda kita berdua malam itu.

Seandainya moment-moment seperti ini bisa berlangsung selamanya….
Bersambung-

Monday, July 9, 2012

Puppet: Wayang Kulit

Let me introduce you, one of originally culture from Indonesia, it called "wayang kulit". The actor of the picture is Puntadewa (Left) and Duryudana (Right). Wayang kulit is such of intangible herritage gotta conserve as cultural heritage. Now on, theatre of wayang kulit almost extinct. Most people prefer watch on movie than traditional theatre like that. So, as young generation, gotta love our culture and tradition, moreover, we can introduce our culture abroad :)

Saturday, July 7, 2012

Kesayangan


HAPPY Belated Birthday TATAA! Semoga! :)

Room

Look at those picture :p. Before and after. My room when i'm on duty with all of task looked so messy -___-. Then, when the last exam coming~



Location: Kampung Batik Kauman. On my excurtion (red: Pelestarian Kota), Look! It called BATIK, originally come from Indonesia and I'm proud with the handycraftmen, how skillful they are. You must try "ngebatik", and it was really really difficult. Look my batik creation (photo1)

Stuffs




Vintage Stuffs. 

Book and Nail Polish


Book and Nail Polish, some of my collection. Contrary, right? Such, nerd and fashionista. Yeaaa this is ME, and i'm happy being ME. :D

Rounded Glasses



Fyi, I'm so obesessed with rounded glasses. I just order rounded glasses with animal print motif, awfully ME. :D. And here it comes, so cute, isn't it?

Loafer

My shoes Collection, Loafers and cowboy :p

Summer Beach


Summer time :D. Go to the beach with the bitches. Location: Sundak Beach, Yogyakarta
Still in Yogyakarta, Malioboro was said as sense of place Yogyakarta. I got vintage bracelet and wallet with low price. Location: Malioboro, Yogyakarta

KKL-Singapore




The next trip, Singapore :D. Great planned city (y). There so so so so many thing that i captured there. Universal Studio Singapore - Sentosa Island - And absolutely icon of Singapore, Merylion. Singapore well known as shopping city (country), and Bugis Junction is the Best. I'd got many vintage stuff there :). Oh Gosh, i want to go back someday :)

KKL-Malaysia




Wooohooo,this is my first time go abroad. KL (red: Kuala Lumpur, Malaysia) is the first stop for my KKL trip (red: Kuliah Kerja Lapangan). Putrajaya (1st photo) was awefully awesome city (red: planned city), that i'd ever seen :O. Unfortunatelly, i can't find amazing shopping stop there :(

ALOHA


cilukba, welcome to my blog :)