Thursday, November 8, 2012

Jadikan Kota-kota di Inonesia sebagai World Heritage Cities!

Yeaaay, di hari tata ruang ini terdapat wacana: "kementrian PU (Pekerjaan Umum) berupaya mendorong keberlanjutan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) dan Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka (P3KP)."  Sumber: Kompas, 8 November 2012

Senang sekali mendengar pemerintah mulai menyadari bahwa eksistensi dan perkembangan setiap kota dapat dilihat dari ciri khas dan karakteristik masing-masing kota. Lenyapnya bangunan kuno, dan kesejarahan baik dalam bentuk tangible (bendawi) maupun intangible (non-bendawi), akan menciptakan sebuah kota tanpa identitas.

Sebagai komitmen terhadap penataan dan pelestarian Kota Pusaka, dilakukan penyematan icon Kota Pusaka di beberapa kota di Indonesia, antara lain: Banda Aceh, Sawahlunto, Palembang, Bogor, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Karangasem, Bau bau, dan Banjarmasin.

Dewasa ini, akibat dari adanya globalisasi di berbagai belahan dunia, terdapat kecenderungan pengaruh asing (Westernisasi), khususnya di negara-negara dunia ketiga. Fenomena ini tampak dari makin maraknya pembangunan gedung pencakar langit dan real estate dengan konsep utopis dengan penampilan dan citra kebarat-baratan.

"Ibarat kosmetik yang menutupi, tetapi tidak mengobati kurap atau panu" 
(Budihardjo, 2011: 198)

Pembangunan yang ada saat ini cenderung mewadahi kepentingan masyarakat kelas menengah atas. Memang, beberapa dekade ini, Indonesia cenderung mengarah ke kapitalis. "Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin."

Untuk itu, perlu adanya upaya menumbuhkan rasa cinta pada sesuatu yang berbau tradisional, sejarah, dan budaya. Saya rasa, tradisional, sejarah, dan budaya merupakan hal-hal yang unik, berbeda, tidak mainstream dan berkarakter. Bukankah menjadi berbeda itu keren? Nah, mulai sekarang jadikan kota-kota di Indonesia sebagai World Heritage City!

 

Ini lho, Kota Melaka, Kota di Malaysia yang dinobatkan sebagai salah satu World Heritage City. Cool!

Malacca (Melaka) was granted the World Heritage City status by UNESCO on July 2008 and town is busy being spruced for tourists.


"God grant me the serenity to accept the things I cannot change, the courage to change the things I can, and the wisdom to know the difference." (Reinhold Niebuhr)

Referensi:
properti.kompas.com
flickr.com
Budihardjo, Eko. 2011. Penataan Ruang & Pembangunan Perkotaan. Bandung: PT. Alumni.






No comments:

Post a Comment