Thursday, November 22, 2012

Golden Week: Go to Jatim

Pukul 04.00 dini hari tepatnya kereta berhenti di stasiun Kota Malang. Kesan pertama, dingin dan berkabut, mungkin karena masih terlalu pagi. Selanjutnya, kita bertujuh menempuh perjalanan singkat ke kediaman Pakdhe di daerah Universitas Brawijaya Malang. Sepanjang perjalanan itu, membuat saya terkagum-kagum pada penataan kota di Malang. Cool! I'm fall in love sama kota yang dikelilingi pegunungan ini. Jalan-jalan utama di Malang, dibuat seperti boulevard perumahan, kanan-kiri ditumbuhi pohon-pohon palem tinggi yang berfungsi membentuk ruang. Jalan-jalan kolektor dan lokalnya juga banyak ditumbuhi pohon-pohon mahoni, yang kebetulan sedang berbunga. Suasana sejuk dan syahdu disana bertambah lengkap rasanya, apalagi jika kita berjalan dibawah pohon-pohon mahoni yang sedang berguguran bunganya.

Well, destinasi hari pertama ke Secret Zoo (Jatim Park II) kemudian lanjut BNS (Batu Night Spectaculer). Fyi, Batu itu merupakan kota sendiri lho, bukan bagian dari Kota Malang, tapi banyak orang yang menyebut Batu sama dengan Malang. Ya, memang kedua kota tersebut bersebelahan. Perjalanan dari Malang ke Batu nggak memerlukan waktu lama, hanya sekitar 45 menit, kita sudah sampai ke Kota Wisata Batu. Kota Wisata? Yap, di kawasan ini banyak banget area-area wisata yang ditawarkan lho. Mulai dari atraksi wisata yang bertema hiburan, alam, edukasi, bahkan petualangan. Karena nggak mungkin nyobain satu-satu, akhirnya kami mengeliminasi destinasi wisata yang sebelumnya udah pernah dikunjungi. Jadilah Secret Zoo dan BNS pilihan wisata di hari pertama di Malang.

Secret Zoo merupakan area wisata yang menggabungkan konsep bertemakan edukasi dan hiburan. Selain itu, untuk memberikan kenyamanan pengunjung, terdapat pula hotel sebagai akomodasi tempat menginap bagi para pengunjung.
Yay! Tiket masuk ke Batu Secret Zoo dan Museumnya

Bergaya dulu di depan pintu masuk :p

Secret Zoo sendiri pada dasarnya merupakan kebun binatang. Mungkin udah banyak kali ya kebun binatang di berbagai kota di Indonesia, tapi yang membedakan dan menjadi daya tarik disini adalah kelengkapan binatang dan konsep kebun binatang itu sendiri. Kebun binatang di beberapa tempat lain mungkin identik dengan bau kotoran binatang yang tidak sedap, binatang-binatang yang tak terurus dan menyedihkan, dan mungkin cenderung membosankan untuk ukuran orang dewasa sebagai pengunjung.
Inget King Julian di serial kartun "Penguins of Madagascar"? Ini nih si Julian lagi belajar. Well, agak ga ngerti sebenarnya, kenapa konsep kandang lemur ini dibikin seperti ruangan kelas anak TK -____-

Liat deh kandangnya, bersih banget ga ada sampah dan kulit kacang yang biasanya dilemparin pengunjung di kebun binatang. 

Masing-masing kandang terkonsep sesuai dengan karakteristik binatang si empunya kandang. Nice!

Burung di belakang ga sekedar hiasan aja lho, tapi berfungsi juga sebagai signage (penunjuk arah)
Beda banget sama Secret Zoo, jujur aku suka banget sama konsepnya. Dari luar, tampak kecil, tapi ternyata setelah masuk, lumayan pegel-pegel juga jalan muter-muter disana. Jadi si perancang kebun binatang ini membuat konsep seperti labirin, namun tenang aja, kita nggak bakalan dibuat bingung kok didalamnya, karena rute dibuat agar kita melewati semua kurungan binatang agar nggak ada yang terlewat, lagipula disini cukup banyak banyak signage (papan penunjuk arah). Selain itu, disepanjang rutenya juga disediakan tempat duduk, makan dan minum untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Setelah puas berjalan di Secret Zoo, kita melanjutkan "penjelajahan" kita ke Museum Satwa. Yay! Kesan pertama masuk, serasa berada di film Night At The Museum. Mulai dari bangunan museumnya sampai ke replika fosil di dalamnya. Hehehe
Look! Pilar-pilar gedung di Museum Satwa ini mengingatkan sama film Night At The Museum  :D
Replika Tyranosaurus, once again, mengingatkan kita sama film Night At The Museum

Lorong-lorong di dalam Museum Satwa. Sebelah kiri merupakan deretan display yang didalamnya terdapat replika satwa-satwa yang disusun sedemikian rupa agar mirip dengan habitat aslinya


Replika satwa ini disusun sedemikian rupa seolah sedang berinteraksi di habitat aslinya

Masih kuat? Next, kita lanjut ke BNS (Batu Night Spectaculer). Khusus BNS, jam buka dimulai pada pukul 15.00-00.00 WIB. Tarif masuk ke BNS dipatok harga Rp 15.000,- (belum termasuk naik wahana). Setelah tadi berwisata edukasi, sekarang saatnya puas-puasin bermain di BNS. Banyak banget wahana permainannya, beberapa yang unik antara lain lampion garden, studio 4d, rumah hantu, dan sirkuit gokart. Selain itu, disana ada foodcourt dan tentunya tempat belanja oleh-oleh.

"SAY Cheese!" Bergaya di depan BNS

Kerlap-kerlip lampu dan ramainya suasana BNS malam itu

Lampion Garden

Wuiiihh, rame banget ya. Lihat deh banyak banget mainannya yang asik-asik


Mas Itok lagi main Gokart nih, seruu! :p
Kalo ini, Mas Tiyan sama Bagas lagi asik main pistol laser
Btw, kita para wanita memilih mainan di rumah hantu, tapi gara-gara pada lari di dalem area rumah hantu, nggak sempet mengabadikan foto sama robot-robot hantunya :(

Hari kedua, kita memutuskan untuk pergi ke Madura melewati Jembatan Suramadu. Waaah, seneng banget, hari kedua ini kita ada tambahan kota yang dikunjungi. Fyi, aku pribadi belum pernah ke Surabaya, jadi girang banget, meskipun ke Surabaya cuma mampir lewat di tol doang. Perjalanan ke Suramadu melalui Kota Sidoarjo, yang saat ini sedang dilanda musibah lumpur Lapindo. Kebetulan banget, jalan ke arah Suramadu melewati jalan di sebelah tanggul lumpur Lapindo, kita memutuskan untuk mampir sejenak.
Bukan orang Indonesia namanya kalau nggak memanfaatkan momen dan fenomena yang terjadi. Bencana lumpur lapindo pun dimanfaatkan untuk atraksi wisata. Biaya masuk untuk melihat kondisi desa yang sudah tenggelam oleh lumpur adalah Rp 5.000,-.
Nggak main-main, suara-suara rakyat korban lumpur Lapindo dijadikan latar belakang  memasuki area "wisata melihat bencana lumpur"

Yang putih-putih itu asap dari semburan lumpur. Asapnya ga muncul terus-terusan, beberapa menit sekali. Lihat deh, daerah yang tadinya merupakan permukiman sekarang menjadi lautan lumpur :(

Coba bayangkan, jika debit lumpur terus meningkat, dan tanggul tidak dapat membendungnya! Naudzubillah  :(
Perjalanan berlanjut menuju ke Kota Surabaya, hingga akhirnya ke Madura. Jujur, sebenarnya agak nggak jelas juga ke Madura, jauh-jauh cuma buat makan Bebek Shinjay yang terkenal banget. Sayangnya, setelah sampai Madura, Bebek Shinjay nya udah tutup, akhirnya kita makan di Ole Olang, kemudian pulang lagi ke Malang. -____-
Surabaya! Meskipun cuma mampir lewat tolnya, lumayan deh. Jadi kalo ditanyain pernah ke Surabaya? Jawabannya, UDAAAAH!!

Pulau di depan itu adalah Pulau Madura, yay!
Ga ada Bebek Shinjay, Ole Olang pun jadi. Weits, kok ga asing ya  Ole Olang? Ternyata Ole Olang itu lagu daerah  Madura. Oleeee Olaaang~~
Eits, ada satu yang kelewat. Suramadu at night, so romantic!



2 comments:

  1. bagus banget! kayak di luar negeri. Buat wisatawan asing panteslah ini kota batu

    ReplyDelete